Penelitian ini mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moderasi beragama pada siswa sekolah dasar, sebuah persoalan yang secara empiris masih jarang dikaji mendalam pada jenjang pendidikan dasar meskipun keberagaman peserta didik menuntut penanganan yang cermat dan berkelanjutan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan guru PAI, nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan, serta faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter tersebut di SDN 26 Patenne, Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, kemudian dianalisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan delapan strategi utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, pembelajaran kontekstual, pembelajaran dialogis, integrasi nilai dalam materi ajar, disiplin positif, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta pemanfaatan media belajar. Tujuh nilai moderasi beragama ditanamkan, meliputi toleransi, antikekerasan, komitmen kebangsaan, musyawarah, keadilan, keseimbangan, serta sikap saling menghargai. Dukungan kepala sekolah, keragaman siswa, dan budaya sekolah yang inklusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh media sosial dan keterbatasan bahan ajar khusus moderasi menjadi penghambat utama. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Strategi Guru PAI, Karakter Siswa, Pendidikan Agama Islam, Sekolah DasarĀ
Copyrights © 2026