Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai bagaimana para pedagang kaki lima dapat memaknai laba serta beban usaha dalam usahanya, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana para pedang kaki lima dapat menghitung jumlah keuntungan yang berhasil diperolehnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan maksud dapat mengetahui makna-makna tersebut berdasarkan dari pengalam pribadi para pedagang kaki lima. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada narasumber dengan bidang yang berbeda. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa banyak para pedagang kaki lima yang menyatakan bahwa laba merupakan uang yang masih tersisah setelah dikurangi dengan modal yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha. Selain itu masih banyaknya terdapat antara keungan pribadi dan keuangan usaha dilakukan penggabungan dan mengandalkan ingatan pada periode tersebut.
Copyrights © 2026