Kesetaraan gender dalam rumah tangga pertanian menjadi isu penting karena perempuan tidak hanya menjalankan aktivitas reproduktif, tetapi juga berperan dalam kegiatan produktif dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembagian peran gender dan tingkat keberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 anggota KWT pada Agustus–Oktober 2024. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen pendukung. Pembagian peran gender dianalisis secara deskriptif berdasarkan ranah reproduktif, produktif, dan sosial. Keberdayaan diukur melalui kehadiran, respons program, partisipasi, kepedulian terhadap ketahanan pangan, dan kemandirian menggunakan skala Likert 1–4. Hasil menunjukkan perempuan menjadi pelaku utama dalam aktivitas reproduktif (63,5%), produktif (50,4%), dan sosial (44,0%). Tingkat keberdayaan anggota KWT berada pada kategori tinggi dengan skor 1.961 dari 2.400. Respons program, partisipasi, dan kepedulian terhadap ketahanan pangan sangat tinggi, sedangkan kemandirian perlu diperkuat melalui peningkatan keterampilan, akses modal, dan pengolahan hasil.
Copyrights © 2025