Keterbatasan keterampilan membuat dan memainkan instrumen menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pelayanan musik Jemaat GPM Hatumete dan Jemaat GPM Yamahena. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan keterampilan jemaat melalui pelatihan permainan suling bambu, pembuatan suling bambu, dan permainan dasar keyboard. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik yang meliputi demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, koreksi, dan evaluasi. Peserta berjumlah 72 orang, terdiri atas 60 peserta permainan suling, 8 peserta pembuatan suling, dan 4 peserta keyboard. Evaluasi dilakukan melalui tes praktik awal dan akhir yang didukung lembar observasi, catatan pelatih, foto, dan video. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 25 peserta suling atau 41,67% mampu memainkan lagu sederhana, sedangkan 35 peserta telah mampu menghasilkan bunyi dan melakukan penjarian, tetapi masih memerlukan latihan lanjutan. Seluruh peserta pembuatan suling atau 100% mampu membuat dan menyetem suling sesuai tangga nada menggunakan DaTuner. Pada kelompok keyboard, 2 peserta atau 50% mampu memainkan akor dan mengiringi lagu, sedangkan 2 peserta lainnya masih berada pada tahap pembelajaran. Pelatihan ini membentuk keterampilan musikal dasar dan mengembangkan pembuatan instrumen berbasis pengetahuan lokal secara lebih terukur. Keberlanjutan program memerlukan latihan berkala, pendampingan sebaya, dan evaluasi keterampilan yang terstruktur.
Copyrights © 2026