Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap metode penyuluhan pembuatan MOL nasi basi sebagai bioaktivator pada tanaman padi di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan limbah nasi basi serta tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang berdampak pada penurunan kesuburan tanah dan produktivitas padi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada petani responden. Analisis penelitian difokuskan pada tingkat penerimaan petani terhadap metode penyuluhan yang digunakan, meliputi metode diskusi, demonstrasi cara, dan kunjungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi karena mampu meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan keterampilan petani dalam pembuatan serta pengaplikasian MOL nasi basi sebagai bioaktivator pada tanaman padi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode penyuluhan pertanian yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah organik lokal.
Copyrights © 2026