Hortikultura salah satu cabang pertanian yang berfokus pada budidaya tanaman, termasuk sawi hijau yang memiliki tingkat permintaan cukup tinggi di masyarakat. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, ketersediaan sawi hijau masih terbatas karena jumlah petani yang membudidayakannya relatif sedikit dan umumnya dilakukan dalam skala kecil. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar sehingga pasokan masih harus didatangkan dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan dan bobot produksi tanaman sawi hijau dengan pemberian POC nasi basi. Lokasi penelitian memiliki kondisi tanah dengan pH 5–6 yang tergolong asam, bertekstur lunak, dan mudah mengalami genangan air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman pada kondisi tersebut adalah pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari nasi basi yang mengandung unsur hara mudah tersedia bagi tanaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan P0 (100% pupuk anorganik), P1 (POC nasi basi 50 ml), P2 (100 ml), dan P3 (150 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC nasi basi berpengaruh nyata terhadap panjang daun, bobot segar tanaman, bobot tajuk, dan bobot basah akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, panjang akar, serta beberapa parameter pertumbuhan lainnya. Bobot segar tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 dengan nilai 179,01 g.
Copyrights © 2026