Menarche merupakan pengalaman biologis pertama yang dapat menimbulkan kecemasan pada remaja putri, terutama ketika informasi mengenai pubertas dan menstruasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling terhadap tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche di SDN 121/II Baru Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah 40 siswi kelas IV dan V, sedangkan sampel berjumlah 10 remaja putri yang dipilih dengan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kecemasan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi konseling. Intervensi berisi informasi mengenai menarche, perubahan fisik dan emosional pada pubertas, kebersihan menstruasi, mitos dan fakta, dukungan emosional, serta kesempatan diskusi dan tanya jawab. Analisis univariat disajikan dalam distribusi frekuensi, sedangkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum konseling, 6 responden (60%) mengalami kecemasan sedang dan 4 responden (40%) mengalami kecemasan berat. Sesudah konseling, 8 responden (80%) berada pada kategori kecemasan ringan dan 2 responden (20%) pada kategori kecemasan sedang. Uji Wilcoxon menunjukkan Z=-2,831 dengan p=0,005, sehingga terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan setelah konseling. Konseling berpotensi menjadi intervensi pendidikan kesehatan sekolah untuk membantu kesiapan psikologis remaja putri menghadapi menarche.
Copyrights © 2026