Adopsi Generative Artificial Intelligence (GenAI) oleh mahasiswa Generasi Z dalam dunia perkuliahan menimbulkan polarisasi diskursus antara potensi pedagogis dan ancaman terhadap integritas akademik serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan empiris mengenai perspektif pengguna utama (mahasiswa) terhadap teknologi ini. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mendeskripsikan persepsi dan preferensi Generasi Z, (2) menguji validitas dan reliabilitas instrumen, serta (3) menganalisis hubungan karakteristik demografis dengan persepsi dan preferensi tersebut. Metode kuantitatif dengan desain survei diterapkan pada mahasiswa Universitas Airlangga dari bidang STEM dan SOSHUM. Kuesioner penelitian terbukti valid (korelasi item-total > 0,7) dan sangat reliabel (α = 0,846). Hasil analisis deskriptif mengungkapkan persepsi positif mayoritas responden terhadap manfaat GenAI. Hasil uji Chi-Square mengindikasikan bahwa hanya variabel tahun perkuliahan yang memiliki hubungan signifikan (p < 0,05) dengan berbagai aspek persepsi dan preferensi, sementara jenis kelamin dan bidang studi tidak. Temuan ini memberikan landasan empiris bahwa pendekatan kebijakan dan pedagogis dalam integrasi GenAI perlu dikembangkan secara kontekstual dengan mempertimbangkan tingkat kematangan akademik mahasiswa.
Copyrights © 2026