Proyek konstruksi mudah mengalami keterlambatan jadwal akibat berbagai faktor teknis maupun administratif, sehingga dibutuhkan metode evaluasi kinerja waktu yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu pada proyek pembangunan gedung rumah sakit X di Manado dan mengetahui perkiraan penyelesaian proyek dengan menggunakan metode Earned Value dan Earned Schedule. Pada minggu peninjauan ke-72, diperoleh nilai Schedule Variance (SV) sebesar –Rp 5.717.146.288,08 dan SV(t) sebesar –2,021 minggu, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana. Nilai SPI sebesar 0,978 dan SPI(t) sebesar 0,972 menunjukkan bahwa nilai SPI < 1, sehingga kinerja jadwal belum optimal. Proyeksi waktu penyelesaian dengan metode Earned Value (EAS) adalah 77,114 minggu, sedangkan dengan metode Earned Value IEAC(t) adalah 79,224 minggu, yang artinya perkiraan akan mengalami keterlambatan penyelesaian selama 2,224 minggu dari durasi rencana yaitu 77 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa metode Earned Schedule memberikan estimasi keterlambatan yang lebih realistis dan lebih peka terhadap tren kinerja aktual dibandingkan dengan metode Earned Value.
Copyrights © 2026