Penelitian ini mengkaji implementasi model pemberdayaan sosial Kampung Nelayan Sejahtera (KNS) di Desa Eretan, Kabupaten Indramayu, dan Desa Bagan Kuala, Kabupaten Deli Serdang, yang menghadapi kerentanan multidimensional akibat abrasi, banjir rob, kemiskinan struktural, serta ketergantungan pada sistem ijon tengkulak. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus dan siklus partisipatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci, observasi partisipatif, serta studi dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi terpadu melalui pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) adaptif iklim, instalasi air bersih komunal, penguatan Koperasi Nelayan Mandiri, hilirisasi produk perikanan, serta pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB) berhasil mentransformasi kawasan permukiman kumuh menjadi wilayah yang inklusif dan mandiri. Pendapatan rata-rata rumah tangga nelayan meningkat sebesar 38,5%, prevalensi stunting menurun signifikan, dan ketergantungan pada tengkulak merosot dari 82% menjadi di bawah 25%. Dari perspektif sosiologi perdesaan dan pekerjaan sosial komunitas, model KNS efektif meruntuhkan dependency culture dan memperkuat modal sosial warga melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, Baznas, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Model ini direkomendasikan sebagai blueprint nasional pembangunan wilayah pesisir berbasis mitigasi struktural dan partisipasi komunitas.
Copyrights © 2026