Pengelolaan limbah minyak jelantah masih menjadi tantangan ekologis di Desa Pasar VI Kwala Mencirim. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi minyak jelantah menjadi sabun cuci sekaligus menganalisis pemberdayaan masyarakat berbasis ekoteologi dan keberlanjutan usaha. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan uji keabsahan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan paradigma warga dari membuang limbah secara sembarangan menjadi pengolahan kreatif bernilai guna. Melalui pelatihan cold process saponification dengan masa pematangan (curing) selama 1 minggu, kader PKK berhasil memproduksi sabun ramah lingkungan bermerek lokal MECI (Made In Mencirim). Pendekatan ekoteologi terbukti efektif menggerakkan tanggung jawab moral warga untuk merawat bumi. Keberlanjutan usaha sabun ini diarahkan melalui integrasi manajemen keuangan mikro serta sinergi kelompok usaha desa untuk mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pemberdayaan berhasil mendorong kemandirian warga sebagai agen perubahan aktif (active agents of change) dalam tata kelola lingkungan desa.
Copyrights © 2026