UMKM kuliner tradisional seperti penjual rujak, tipat cantok, dan aneka es memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi keterbatasan pada aspek kemasan dan branding. Produk yang dipasarkan umumnya belum menggunakan kemasan higienis berstandar serta tidak memiliki label dan papan nama yang menampilkan identitas usaha, informasi produk, maupun legalitas, sehingga mengurangi daya saing di pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan profil usaha UMKM melalui implementasi teknologi tepat guna pada aspek kemasan higienis dan labeling. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan UMKM, pengadaan perangkat pendukung kemasan, pelatihan penerapan SOP higienitas, pelatihan desain dan pencetakan label serta pelatihan manajemen keuangan untuk pencatatan laba rugi, pendampingan penerapan pada produk nyata, serta monitoring dan evaluasi hasil. Luaran yang diharapkan meliputi meningkatnya adopsi kemasan higienis, berlabel dan memiliki papan nama usaha yang berisikan profil usaha dan identitas visual yang lebih kuat, serta terbentuknya standar operasional sederhana untuk mendukung keberlanjutan produksi. Melalui kegiatan ini, UMKM kuliner tradisional diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, dan memperluas akses pasar sehingga daya saing usaha dapat berkembang secara berkelanjutan serta mitra mempunyai pengetahuan mengenai manajemen keuangan untuk pencatatan laba rugi dengan baik. Luaran yang dicapai adalah publikasi jurnal nasional dan publikasi media massa.
Copyrights © 2026