Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam menerapkan konsep deep learning di SMA Negeri 15 Luwu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah berperan sebagai pemimpin transformasional dalam mendorong perubahan pembelajaran yang lebih mendalam, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah telah diterapkan melalui beberapa aspek, yaitu pemberian visi dan motivasi kepada guru, penguatan budaya kolaboratif, serta dorongan terhadap inovasi pembelajaran berbasis deep learning. Kepala sekolah juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif peserta didik. Namun demikian, implementasi deep learning belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep deep learning, kurangnya pelatihan yang berkelanjutan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan yang berkesinambungan, penguatan dukungan kebijakan sekolah, serta optimalisasi peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah agar penerapan deep learning dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026