ABSTRACT Student discipline is not only related to compliance with school regulations but also to the ability to regulate behavior consciously and responsibly. In this context, this study focuses on how Guidance and Counseling (GC) services are implemented to develop students’ disciplinary behavior at SMA Negeri 1 Wanasaba. The study employed a qualitative approach with a case study design, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, GC teachers, homeroom teachers, and students. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data presentation, and drawing and verifying conclusions, while credibility was strengthened through source and technique triangulation, member checking, audit trail, and confirmation. The services included classroom guidance and group guidance, individual and group counseling, character development, behavioral contracts, Reality Therapy, home visits, advocacy, and post-counseling monitoring. These services formed a series of interventions ranging from prevention and development to problem management and reinforcement of behavioral change. Students’ experiences indicated changes in their understanding of rules, awareness of mistakes, responsibility, discipline, and time management, although the development was not uniform. Thus, the contribution of GC lies in facilitating the internalization of discipline through diverse services, supportive counseling relationships, and continuous follow-up. ABSTRAK Kedisiplinan siswa tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga dengan kemampuan mengarahkan perilaku secara sadar dan bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada bagaimana layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dilaksanakan untuk membentuk perilaku disiplin siswa di SMA Negeri 1 Wanasaba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan data yang dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru BK, wali kelas, serta siswa. Proses analisis berlangsung secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sementara kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, audit trail, dan konfirmasi. Praktik layanan mencakup bimbingan klasikal dan kelompok, konseling individual dan kelompok, pembinaan karakter, kontrak perilaku, Reality Therapy, home visit, advokasi, serta monitoring pascakonseling. Layanan tersebut membentuk rangkaian intervensi yang bergerak dari pencegahan dan pengembangan menuju penanganan serta penguatan perubahan perilaku. Pengalaman siswa memperlihatkan perubahan pada pemahaman aturan, kesadaran terhadap kesalahan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan manajemen waktu, meskipun perkembangannya belum seragam. Dengan demikian, kontribusi BK terletak pada fasilitasi proses internalisasi disiplin melalui layanan yang beragam, relasi konseling yang suportif, dan tindak lanjut yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024