Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan ruang untuk memahami ajaran sekaligus menguji pertanyaan peserta didik secara bertanggung jawab. Artikel ini mengembangkan kerangka konseptual untuk menerapkan pendekatan berpusat pada pribadi Carl Rogers dalam pembelajaran PAI yang inklusif dan dialogis. Metodenya adalah tinjauan pustaka integratif terhadap artikel tentang relasi pendidik–peserta didik, dukungan otonomi, dialog kelas, pedagogi inklusif, asesmen formatif, dan pendidikan Islam. Sintesis tematik menghasilkan tiga prinsip relasional: keaslian guru, penerimaan terhadap martabat peserta didik, dan pemahaman empatik. Prinsip tersebut diterjemahkan menjadi praktik mendengar pertanyaan tanpa mempermalukan, memandu dialog berbasis sumber keagamaan, memberi penyangga belajar yang berbeda sesuai kebutuhan, dan menggunakan umpan balik formatif. Artikel ini menegaskan bahwa penerimaan terhadap pribadi peserta didik tidak berarti menganggap semua argumen keagamaan sama kuat; guru tetap bertanggung jawab atas ketepatan materi dan etika diskusi. Kerangka ini merupakan proposisi pedagogis yang memerlukan pengujian empiris dalam konteks sekolah dan jenjang yang berbeda.
Copyrights © 2026