PT Astaka Dodol merencanakan penambangan kembali pada void Pit A1B Timur dan Barat di Site Macang Sakti, Sumatera Selatan, namun terkendala genangan air sehingga memerlukan perencanaan dalam proses pengeluaran air tersebut (mine dewatering). Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan tujuan melakukan analisis debit air masuk, mengevaluasi kinerja pompa yang ada, menentukan waktu pengurasan, serta merencanakan dimensi sump dan kolam pengendapan lumpur (KPL). Analisis hidrologi menggunakan distribusi Gumbel, metode Mononobe, dan metode Rasional, sedangkan evaluasi pemompaan menggunakan persamaan Bernoulli dan Darcy–Weisbach. Hasil penelitian menunjukkan total debit air masuk sebesar 3.405,73 m³/hari pada Pit A1B Timur (volume genangan 639.112,8 m³) dan 4.290,45 m³/hari pada Pit A1B Barat (volume genangan 831.552,90 m³). Untuk menguras genangan tersebut, direkomendasikan penggunaan kombinasi dua unit pompa: WP-05 (head 68 m, debit 290 m³/jam) dan WP-04 (head 83 m, debit 393 m³/jam) untuk Pit Timur dengan estimasi waktu pengurasan 63 hari, serta WP-05 (head 58 m, debit 330 m³/jam) dan WP-02 (head 64 m, debit 376 m³/jam) untuk Pit Barat dengan estimasi pengurasan 79 hari. Penambangan kuartal pertama didukung rancangan sump trapesium berkapasitas 18.771 m³ untuk menampung genangan air yang masuk. Total biaya pengurasan void berbasis konsumsi bahan bakar solar dan sewa pompa adalah 1.471.130.641,26 untuk Pit A1B Timur dan Rp. 1.896.376.705,18 untuk Pit A1B Barat.
Copyrights © 2026