Latar belakang : Transformasi digital menjadikan data penting dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan pendidikan. Karena itu, akurasi Dapodik menjadi prasyarat kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan : Penelitian ini mendeskripsikan kondisi data pendidikan Kabupaten Deiyai semester genap 2025/2026, menganalisis peran operator sekolah, mengidentifikasi tantangan pengelolaan data, serta merumuskan solusi peningkatan kualitas data. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dari Portal Dapodik dan Referensi Data Kemendikdasmen pada jenjang PAUD, DIKMAS, SD, SMP, SMA, dan SMK. Hasil : Kabupaten Deiyai memiliki 114 satuan pendidikan, terdiri atas 31 PAUD, 5 DIKMAS, 57 SD, 12 SMP, 6 SMA, dan 3 SMK; sebanyak 75,4% terkonsentrasi di Distrik Tigi dan Tigi Barat. Progres sinkronisasi Dapodik per 11 Juli 2026 mencapai 92,2%, tetapi belum menjamin akurasi data. Kualitas data juga dipengaruhi kelengkapan, validitas, konsistensi, kemutakhiran, dan kesesuaian dengan kondisi lapangan. Operator berperan penting dalam pengumpulan, verifikasi, pemutakhiran, dan pengendalian mutu data, namun menghadapi kendala jaringan, listrik, perangkat, kompetensi digital, rangkap tugas, dan koordinasi. Kesimpulan : Model DATA DEIYAI dirumuskan sebagai kerangka penguatan tata kelola data melalui layanan operator berbasis distrik, pelatihan berkelanjutan, operator cadangan, audit berkala, dan koordinasi lintas instansi untuk mewujudkan Dapodik yang akurat, mutakhir, dan bermanfaat bagi kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2026