Latar Belakang: Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di kalangan dewasa muda. Faktor psikologis seperti self efficacy dan perceived barriers diduga berperan dalam mempertahankan kebiasaan merokok. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara self efficacy dengan perilaku merokok dan hubungan perceived barriers dengan perilaku merokok di Desa Duren, Kabupaten Blitar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 105 orang dewasa muda perokok aktif usia 26-35 tahun, dipilih dengan teknik proporsionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Self efficacy Scale, Perceived barriers Scale, dan Smoking Behavioral Questionnaire (GN-SBQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan signifikasi α = <0,05 dengan program SPSS 27. Hasil: Sebagian besar responden memiliki self efficacy rendah (80%) dan perceived barriers tinggi (40,95%). Uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dengan perilaku merokok (rho = -0,492; p = 0,000) dan hubungan positif yang signifikan antara perceived barriers dengan perilaku merokok (rho = 0,624; p = 0,000). Kesimpulan: Semakin rendah self efficacy dan semakin tinggi perceived barriers, semakin tinggi kecenderungan perilaku merokok pada dewasa muda. Intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan peningkatan self efficacy dan pengurangan perceived barriers.
Copyrights © 2026