Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026

Pemanfaatan Limbah Peternakan sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos Organik Ramah Lingkungan di Desa Ambapa, Kecamatan Tinondo, Kolaka Timur

Syahrul Syahrul (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Muh. Fahrul (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
I Bagus Alit Umbara Sastra (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Asra Noftaviani (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Atia Rahma Trimurti (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Annisa Ramdani (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Andi Revalina (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Maulid Fiana (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Ifal Fradesta (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Alya Firani (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Siska Siska (Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara)
Muh. Iyan Alfarizik (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Laela Nur Dwi Khasanah (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Muh. Iswan Tahir (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2026

Abstract

Di wilayah pedesaan, aktivitas peternakan sering menghasilkan limbah kotoran hewan dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, harga pupuk kimia yang terus naik membuat kesuburan tanah milik petani semakin menurun. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Tim KKN USN Kolaka hadir untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada warga Desa Ambapa terkait pemanfaatan kotoran sapi dan limbah serbuk kayu menjadi pupuk organik. Selain ramah lingkungan, pupuk ini juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, praktik langsung pembuatan pupuk, dan pendampingan berkelanjutan. Teknologi yang diterapkan tergolong sederhana. Bahan utamanya adalah kotoran sapi kering yang dicampur dengan abu dari pembakaran serbuk gergaji. Campuran bahan padat ini kemudian diaplikasikan ke tanaman dengan cara dikombinasikan dengan air. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari peternak dan petani Desa Ambapa. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemahaman dan keterampilan peserta meningkat signifikan dari 45% menjadi 88%. Kini masyarakat sudah mampu mengolah limbah kotoran sapi secara mandiri. Secara umum, inovasi penggunaan kotoran sapi kering dan abu serbuk kayu terbukti mampu menghasilkan pupuk alternatif, menekan biaya produksi pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

atjpm

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Other

Description

Abdimas Toddopuli. Fokus dan Cakupan pada Jurnal Pengabdian Masyarakat ini berisi tentang penerapan ilmu pengetahun di masyarakat untuk penerapan teori, penelitian, dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan masyarakat. Keterlibatan masyarakat berarti layanan kepada ...