Konflik merupakan bagian dari kehidupan manusia yang dalam perspektif Al-Qur'an dapat ditransformasikan menuju perdamaian. Surah Yusuf menyajikan narasi konflik yang utuh, mulai dari kemunculan hingga rekonsiliasi, sehingga relevan dikaji melalui perspektif transformasi konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika transformasi konflik dalam Surah Yusuf menggunakan Teori Segitiga Konflik Johan Galtung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir maudhui model surah tunggal. Data primer berupa Surah Yusuf dianalisis secara tematik dengan didukung kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi konflik berlangsung melalui lima fase, yaitu konflik laten menuju manifes, eskalasi, puncak konflik, pembalikan dan de-eskalasi, serta rekonsiliasi. Analisis berdasarkan Teori Segitiga Konflik Galtung menunjukkan bahwa konflik berkembang melalui interaksi contradiction, attitude, dan behaviour, kemudian bertransformasi secara bertahap hingga mencapai positive peace yang ditandai oleh pengakuan kesalahan, pemaafan, dan pemulihan hubungan keluarga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Surah Yusuf tidak hanya menggambarkan penyelesaian konflik, tetapi menawarkan model konseptual peacebuilding Qur'ani yang berlandaskan transformasi moral (islah al-nafs), pemulihan relasi keluarga (islah al-usrah), dan kemaslahatan sosial (islah al-ijtima'i). Temuan ini memperluas penerapan Teori Segitiga Konflik Johan Galtung dalam kajian tafsir Al-Qur'an sekaligus berkontribusi pada pengembangan studi konflik, resolusi konflik, dan pembangunan perdamaian berbasis nilai-nilai Qur'ani.
Copyrights © 2026