Perkembangan isu kesehatan mental pada masyarakat modern menunjukkan bahwa manusia tidak hanya menghadapi persoalan fisik, tetapi juga krisis psikologis, spiritual, dan eksistensial yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep syifā’ dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) serta mengidentifikasi relevansinya dengan prinsip-prinsip psikologi transpersonal dalam memahami penyembuhan jiwa manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan melakukan sintesis dialogis antara ayat-ayat syifā’ dan teori-teori psikologi transpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep syifā’ dalam Al-Qur'an bersifat multidimensional, mencakup dimensi teologis, spiritual, psikologis, empiris, dan sosial. Penelitian ini berhasil mengonstruksi Qur'anic Shifā’ Healing Framework (QSHF) sebagai paradigma penyembuhan holistik yang mengintegrasikan Allah sebagai sumber penyembuhan (ultimate source of healing), Al-Qur'an sebagai media transformasi wahyu, serta proses pemulihan multidimensional yang bermuara pada kesejahteraan manusia yang terintegrasi (integrated human flourishing). Temuan ini menegaskan adanya relevansi yang kuat antara konsep syifā’ dengan prinsip psikologi transpersonal—khususnya dalam aspek self-transcendence dan integrasi spiritual—sehingga menawarkan model pemulihan jiwa berbasis wahyu yang integratif, holistik, dan relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Copyrights © 2026