Tanaman tomat (Solanum lycpersicum L.) adalah salah satu komoditas hortikultura berupa sayuran buah yang sangat digemari konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitiaan dilaksanakan dalam Screenshouse di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, dimulai dari bulan Januari sampai April 2021. Penelitian ini didesain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK), diulang 3 kali dalam percobaan pola faktorial dua faktor. Faktor I adalah dosis pupuk kandang sapi (K) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu: K0 = 0 ton/ha (kontrol), K1 = 10 ton/ha (30 gram/polybag), K2 = 20 ton/ha (60 gram/polybag). Faktor II adalah dosis pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri dari 3 taraf : N1 = 100 kg/ha (0,3 gram/polybag), N2 = 200 kg/ha (0,6 gram/polibag), N3 = 300 kg/ha (0,9 gram/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang sapi dan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pupuk NPK berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat (tinggi tanaman 14 HST, 21 HST, dan 28 HST, jumlah daun umur 28 HST dan kadar total klorofil). Dosis NPK 200 kg/ha atau 0,6 gram/polybag (N2) memberikan tinggi tanaman lebih tinggi dibanding dosis NPK lainnya. Sedangkan dosis Pupuk Kandang Sapi berpengaruh nyata pada hasil tanaman tomat (bobot buah segar per tanaman). Dosis pupuk kandang sapi 20 ton/ha atau 60 gram/polybag (K2) memberikan hasil (bobot segar buah per tanaman) tomat lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya.
Copyrights © 2026