Keterbatasan mutu dan kontinuitas pasokan air bersih menghambat praktik higiene, sanitasi, dan aktivitas harian di Pondok Pesantren Darul Amin, Palangka Raya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan Filtrasi Rekayasa Adaptif Portabel (FRAP) serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan air bersih. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan, instalasi dan uji fungsi FRAP, pendampingan, serta evaluasi. Evaluasi selama pelaksanaan kegiatan mencakup perbandingan parameter kualitas air sebelum dan sesudah filtrasi, pre-test dan post-test terhadap 30 peserta, serta angket respons. Setelah filtrasi, pH meningkat dari 5,35 menjadi 8,06, sedangkan total dissolved solids (TDS) menurun dari 290 menjadi 147 mg/L dan kesadahan menurun dari 71,8 menjadi 33,2 ppm. Konduktivitas listrik meningkat dari 252 menjadi 319 µS/cm, sementara saturasi oksigen terlarut menurun dari 181,6% menjadi 159,8%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,83 menjadi 8,30 dari skor maksimum 15 dan menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,001). Respons positif terhadap keterlaksanaan kegiatan dan kebermanfaatan materi masing-masing mencapai 100%. FRAP berpotensi mendukung pengelolaan air bersih di lingkungan pesantren. Namun, pengujian mikrobiologi dan parameter kualitas air tambahan diperlukan sebelum air hasil filtrasi dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Copyrights © 2026