Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Puskesmas Bontobangun mencatat prevalensi stunting tertinggi sebanyak 365 balita sehingga memerlukan intervensi inovatif dan berkelanjutan. Keterbatasan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dan pemantauan pertumbuhan anak masih dilakukan secara manual menjadi tantangan dalam deteksi masalah gizi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian dalam memantau tumbuh kembang balita melalui aplikasi SEHATI. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Bontobangun, Kabupaten Bulukumba pada 14 dan 16 Mei 2026. Jumlah responden sebanyak 32 ibu balita. Metode pengabdian meliputi edukasi kesehatan, pelatihan, dan pendampingan penggunaan aplikasi SEHATI. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta lembar observasi kemampuan penggunaan aplikasi SEHATI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana baik sesuai dengan tahapan yang direncanakan. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita sesudah edukasi dengan nilai median meningkat dari 12,00 menjadi 14,00. Uji wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p=0,036). Sebagian besar ibu mampu menggunakan aplikasi SEHATI dalam memantau pertumbuhan anak sesudah pelatihan. Kegiatan pengabdian GERAK SEHATI meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting berbasis digital.
Copyrights © 2026