Penerimaan orang tua terhadap game edukasi matematika merupakan faktor penting dalam mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi. Namun, penelitian yang menjelaskan bagaimana literasi digital orang tua memengaruhi penerimaan game edukasi matematika melalui persepsi risiko masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital orang tua, persepsi risiko, dan penerimaan game edukasi matematika pada orang tua yang memiliki anak jenjang SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori melalui survei terhadap 99 orang tua yang memiliki anak berusia 11–16 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital orang tua tidak berpengaruh langsung terhadap penerimaan game edukasi matematika, tetapi berpengaruh signifikan terhadap persepsi risiko. Persepsi risiko juga berpengaruh signifikan terhadap penerimaan game edukasi matematika serta memediasi secara penuh hubungan antara literasi digital orang tua dan penerimaan game edukasi matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan game edukasi matematika dipengaruhi tidak hanya oleh kemampuan orang tua dalam menggunakan teknologi digital, tetapi juga oleh cara mereka memahami dan mengevaluasi risiko penggunaan teknologi dalam pembelajaran anak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian penerimaan teknologi dalam pendidikan matematika dengan menegaskan pentingnya peran persepsi risiko sebagai mekanisme yang menjembatani hubungan antara literasi digital orang tua dan penerimaan game edukasi matematika, serta memberikan implikasi bagi sekolah, guru, pengembang game edukasi, dan orang tua dalam mendukung penggunaan game edukasi yang aman dan efektif.
Copyrights © 2026