Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang baru dalam mendukung guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan AI dalam menunjang kegiatan mengajar guru di MA Al-Munawaroh Kejajar, khususnya dalam konteks madrasah berbasis pondok yang tidak memperkenankan peserta didik membawa telepon genggam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, keterlibatan langsung dalam kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan oleh guru terutama pada tahap persiapan pembelajaran, seperti mencari referensi dan alternatif penjelasan materi, menyusun bahan ajar, membuat soal dan LKPD, merancang pertanyaan pemantik, serta mengembangkan ide kegiatan dan media pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari AI tidak digunakan secara langsung, tetapi terlebih dahulu diperiksa, dikoreksi, dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, kurikulum, serta nilai-nilai keislaman yang diterapkan di lingkungan madrasah dan pondok. Pemanfaatan AI juga menunjukkan adanya penguatan peran guru sebagai perancang pembelajaran, pengguna teknologi, validator informasi, penyesuai hasil AI, fasilitator pembelajaran, sekaligus pendidik yang tetap menjalankan fungsi humanis. Meskipun demikian, pemanfaatan AI masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain literasi digital guru yang belum merata, keterbatasan waktu dalam memvalidasi hasil AI, serta keterbatasan sarana dan akses internet. Dengan demikian, AI dapat berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung profesionalisme guru, tetapi tidak menggantikan peran pedagogis dan humanis guru dalam proses pendidikan
Copyrights © 2026