JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Vol. 15 No. 1 (2026)

Eksplorasi Etnomatematika Neptu Pernikahan Adat Jawa di Desa Ketawang Madiun

Aidilla Putri Nanda Pratama (Universitas PGRI Madiun)
Davi Apriandi (Universitas PGRI Madiun)
Indra Puji Astuti (Universitas PGRI Madiun)



Article Info

Publish Date
02 Oct 2026

Abstract

Tradisi perhitungan neptu dalam pernikahan adat Jawa masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat sebagai pedoman dalam menentukan kecocokan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep budaya serta konsep dan struktur matematika formal yang terkandung dalam perhitungan neptu pernikahan adat Jawa di Desa Ketawang Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat narasumber yang terdiri atas dua sesepuh dan dua masyarakat Desa Ketawang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan neptu masih digunakan sebagai pedoman dalam menentukan kecocokan pasangan. Perhitungan di Desa Ketawang menggunakan bilangan 3 sebagai pembagi yang dimaknai secara filosofis dan spiritual melalui Bismillah, Alhamdulillah, dan Innalillah. Penggunaan bilangan tersebut berbeda dengan aturan dalam Kitab Primbon yang menggunakan pembagi 4, 5, 7, atau 10. Konsep matematika formal yang ditemukan meliputi bilangan asli, representasi bilangan, KPK, sifat tertutup dan komutatif pada penjumlahan, aritmatika modulo, serta relasi dan fungsi. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara budaya lokal dan konsep matematika yang berpotensi digunakan dalam pembelajaran matematika berbasis budaya.   The tradition of neptu calculation in Javanese traditional marriage is still maintained by some communities as a guide for determining the compatibility of prospective couples. This study aims to describe the cultural concepts as well as the formal mathematical concepts and structures contained in the neptu calculation of Javanese traditional marriage in Ketawang Village, Madiun Regency. This study employed a descriptive qualitative approach involving four informants, consisting of two elders and two community members of Ketawang Village, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then validated through source triangulation and analyzed qualitatively. The results show that neptu calculation is still used as a guide for determining couple compatibility. In Ketawang Village, the calculation uses 3 as the divisor, which is interpreted philosophically and spiritually through Bismillah, Alhamdulillah, and Innalillah. The use of this divisor differs from the rules in the Primbon book, which uses divisors of 4, 5, 7, or 10. The formal mathematical concepts identified include natural numbers, number representation, least common multiple (LCM), closure and commutative properties of addition, modular arithmetic, and relations and functions. These findings indicate a connection between local culture and mathematical concepts that has potential for use in culture-based mathematics learning.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JIPM

Publisher

Subject

Education

Description

JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and ...