Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional, namun sebagian pelaku usaha di pedesaan masih beroperasi secara konvensional dan menghadapi keterbatasan literasi digital serta finansial. Kondisi tersebut juga dialami oleh 53 pelaku UMKM di Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, yang belum memiliki identitas branding visual, belum memanfaatkan media sosial secara optimal, masih bergantung pada transaksi tunai, serta belum memiliki pencatatan keuangan yang tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN Kelompok 1 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan ini bertujuan meningkatkan literasi digital, memperluas jangkauan pasar, dan mendukung keberlanjutan ekonomi UMKM lokal melalui edukasi dan pendampingan intensif. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, pembauran IPTEK, pendampingan intensif, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan profesionalisme melalui pembuatan logo dan price list, pengelolaan media sosial bisnis, penerapan QRIS, serta pencatatan arus keuangan secara tertata. Pendampingan berbasis praktik langsung dan pendekatan personal berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian UMKM dalam mengadopsi teknologi digital.
Copyrights © 2026