Penetrasi internet remaja usia 13–24 tahun di Indonesia telah melampaui 90%, namun tidak diimbangi literasi digital yang memadai sehingga memicu masalah verifikasi informasi, keamanan akun, dan gangguan keseimbangan mental seperti cyberbullying dan kecanduan gawai. Observasi dan kuesioner awal terhadap siswa SMK Muhammadiyah Batam mengidentifikasi tiga persoalan utama: rendahnya kemampuan verifikasi hoaks, kerentanan keamanan akun, dan dampak negatif media digital terhadap kesehatan mental. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi data, keamanan siber, dan etika bermedia digital siswa untuk mendukung keseimbangan mental mereka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop literasi data dan keamanan siber, pelatihan digital wellbeing, serta evaluasi dampak melalui pre-test/post-test pengetahuan dan kuesioner sikap skala Likert 4 poin terhadap 70 siswa dari lima program keahlian. Hasil menunjukkan Tingkat Capaian Responden (TCR) kuesioner sikap sebesar 79,83% (kategori Setuju), dengan capaian terbaik pada indikator Etika Digital. Skor pengetahuan pada indikator Literasi Data Kritis dan Keseimbangan Mental Digital justru menurun pascapelatihan, yang mengindikasikan peningkatan kesadaran kritis siswa terhadap keterbatasan kemampuannya sendiri. Program ini menegaskan pentingnya penguatan lanjutan pada aspek verifikasi informasi dan pendampingan kesehatan mental digital secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026