Budidaya melon dalam greenhouse memerlukan pengelolaan suhu, kelembapan udara, kelembapan media tanam, irigasi, dan nutrisi secara konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri melalui penerapan Artificial Intelligence of Things (AIoT) Smart Crop Protection Farming berbasis environmental risk-based prevention. Sistem tidak mendiagnosis virus secara langsung, tetapi memantau suhu udara, kelembapan udara, dan kelembapan media tanam untuk mengenali kondisi mikroklimat yang perlu dikoreksi. Kelembapan udara tinggi ditangani melalui aktivasi blower, kondisi udara terlalu kering melalui sistem misting, sedangkan media tanam kering ditangani dengan irigasi/fertigasi otomatis. Data sensor dan status aktuator dikirim ke server untuk dipantau melalui website dan bot WhatsApp. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi mitra, pembangunan demplot greenhouse, instalasi irigasi/fertigasi, pengembangan IoT dan AIoT, sosialisasi, FGD, serta monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi capaian menunjukkan bahwa 120 dari 120 media tanam terpasang, empat skenario uji fungsional berhasil, dua dari dua kanal pemantauan tersedia, dan satu kelompok pengelola terbentuk. Semua menunjukkan capaian 100%.
Copyrights © 2026