Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia diikuti berbagai permasalahan kesehatan, salah satunya risiko jatuh akibat penurunan keseimbangan, koordinasi, kekuatan otot, dan mobilitas fungsional. Kondisi ini dapat menyebabkan cedera, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup, serta meningkatkan beban keluarga dan pelayanan kesehatan. Program ini bertujuan mengimplementasikan GERDIA (Gerakan Diagonal Lansia) sebagai model pemberdayaan kader kesehatan berbasis Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) untuk meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Program dilaksanakan di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, melibatkan 14 lansia dan 4 kader kesehatan. Metode menggunakan pendekatan Train the Trainer, meliputi identifikasi kondisi mitra, edukasi pencegahan jatuh, pelatihan kader, implementasi Senam GERDIA berbasis pola gerakan diagonal PNF, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan kader, observasi keterampilan, serta pengukuran keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 62,5 menjadi 90, dengan kompetensi sebesar 89,0% (Sangat Kompeten). Skor BBS lansia meningkat dari 42,9 menjadi 43,6, dan 64,3% peserta mengalami peningkatan. Program menghasilkan modul, poster, video QR Code, kartu GERDIA, serta kader yang mampu memimpin senam secara mandiri. GERDIA berpotensi dikembangkan sebagai model fisioterapi komunitas yang inovatif, berkelanjutan, dan mudah direplikasi.
Copyrights © 2026