PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi margarin dan shortening berbasis minyak kelapa sawit di Sidoarjo, Jawa Timur, yang masih menghadapi variasi proses sehingga menyebabkan terjadinya kecacatan produk, dengan Line C mencatatkan tingkat kecacatan tertinggi dibandingkan lini produksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas proses, mengidentifikasi faktor penyebab utama kecacatan, serta menyusun usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) yang dikombinasikan dengan pendekatan 5W+1H. Teridentifikasi empat karakteristik Critical to Quality (CTQ), dengan nilai rata-rata Defects per Million Opportunities (DPMO) sebesar 1.729 dan sigma level sebesar 4,427, yang menunjukkan kapabilitas proses tergolong cukup baik namun masih memiliki peluang untuk ditingkatkan melalui perbaikan berkelanjutan. Peta kendali P menunjukkan dua titik berada di luar batas kendali, yaitu pada bulan November dan Desember 2025. Diagram Pareto mengidentifikasi cacat sambungan sachet bocor sebagai jenis cacat dominan dengan kontribusi sebesar 35%, sedangkan diagram fishbone menunjukkan bahwa faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan secara bersama-sama berkontribusi terhadap cacat tersebut. Berdasarkan temuan ini, usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan 5W+1H, sedangkan pengendalian berkelanjutan direkomendasikan melalui penerapan Five M Checklist.
Copyrights © 2026