Plastic waste management in RT 20/RW 07, Tegalrejo Hamlet, Karangpakel Village, Trucuk District, Klaten Regency, remains an environmental challenge that requires continuous attention. The problem is reflected in the limited public awareness regarding waste sorting and the persistence of plastic waste burning practices that may contribute to environmental pollution. This community service activity aims to improve community knowledge, awareness, and skills in managing household plastic waste through the implementation of a participation-based ecobrick program. The activity was conducted using a Community-Based Participatory Approach consisting of four stages: preparation, education and socialization, collaborative ecobrick production with residents, and the inauguration, handover, and evaluation of the activity outcomes. Data were collected through participatory observation, activity documentation, recording of production results, and interviews with residents, youth organization members, and RT administrators. The collected data were analyzed using a descriptive qualitative approach. The results indicate that the program successfully improved community understanding of the importance of sorting plastic waste at the household level and enhanced technical skills in producing ecobricks according to recommended density standards. Community participation resulted in an RT identity nameboard made from ecobricks, demonstrating that plastic waste can be transformed into a functional and educational product. This program highlights the potential of ecobrick as a sustainable community-based plastic waste management model, although further programs require measurable evaluation instruments to assess long-term environmental impacts.Keywords: Ecobrick, Plastic Waste Management, Community Participation, Community Empowerment, Community Service.AbstrakPermasalahan pengelolaan sampah plastik di RT 20/RW 07 Dukuh Tegalrejo, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut terlihat dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta masih ditemukannya kebiasaan pembakaran limbah plastik yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik rumah tangga melalui penerapan program ecobrick berbasis partisipasi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Approach melalui empat tahapan, yaitu persiapan, edukasi dan sosialisasi, praktik pembuatan ecobrick bersama masyarakat, serta peresmian, penyerahan, dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, pencatatan hasil produksi, serta wawancara dengan warga, anggota karang taruna, dan pengurus RT yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah plastik dari sumbernya serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan ecobrick sesuai standar kepadatan. Produk yang dihasilkan berupa papan nama identitas RT berbahan ecobrick sebagai bentuk pemanfaatan limbah plastik menjadi produk fungsional dan edukatif. Program ini menunjukkan bahwa ecobrick berpotensi menjadi model pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Kata kunci: Ecobrick, Pengelolaan Sampah Plastik, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat, Pengabdian Kepada Masyarakat.
Copyrights © 2026