Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan penting pada bengkel berisiko tinggi, termasuk bengkel bubut yang mengharuskan operator berinteraksi langsung dengan mesin berputar dan proses pemotongan logam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor penyebab kecelakaan kerja berbasis human error pada bengkel bubut CV Hikma Teknik, Surabaya, menggunakan metode Delphi dan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode Delphi melibatkan empat responden ahli, yaitu pemilik bengkel dan tiga operator mesin, yang menilai enam belas kriteria potensi bahaya melalui kuesioner skala Likert dan mencapai konsensus dalam satu putaran (standar deviasi 1,5; interquartile range 2,5). Dua potensi bahaya dengan prioritas tertinggi, yaitu paparan debu logam tanpa sistem ventilasi/exhaust fan dan ketidakpatuhan operator menggunakan masker pelindung debu, selanjutnya dianalisis menggunakan kerangka HFACS empat level melalui wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Influences memberikan kontribusi kegagalan terbesar (35%), diikuti Unsafe Supervision (31%), Precondition for Unsafe Acts (22%), dan Unsafe Acts (11%), yang menunjukkan bahwa akar penyebab kecelakaan bersumber terutama dari lemahnya manajemen sumber daya dan kebijakan organisasi, bukan semata kesalahan operator. Analisis 5W+1H selanjutnya digunakan untuk merumuskan usulan perbaikan, meliputi penyediaan masker pelindung debu, pemasangan ventilasi/exhaust fan, dan penyusunan SOP pengendalian debu tertulis.Kata kunci: bengkel bubut; Delphi; HFACS; human error; keselamatan kerja.
Copyrights © 2026