Pengendalian persediaan yang kurang optimal dapat menyebabkan terjadinya overstock, meningkatnya biaya penyimpanan, serta ketidaklancaran dalam produksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem persediaan bahan baku pada industri pengolahan kayu dan menyusun rekomendasi pengendalian persediaan yang lebih efektif. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif data yang di dapat dari penelitian ini sebanyak 34 item bahan baku yang terdiri atas persediaan coating dan lem dengan periode pengamatan Januari–Mei 2026. Evaluasi kinerja persediaan yang dilakukan menggunakan indikator Inventory Turnover Rate (ITR) kemudian dilanjutkan dengan klasifikasi FSN dan analisis ABC Pareto. Hasil analisis menunjukkan bahwa item bahan baku memiliki karakteristik pergerakan yang berbeda-beda, mulai dari fast moving hingga non-moving serta masing masing item memiliki nilai Selain itu, Berdasarkan kombinasi klasifikasi ABC-FSN sebagian kecil item memberikan kontribusi dominan terhadap total nilai investasi persediaan sehingga untuk item yang memiliki perputaran tinggi serta nilai investasi yang besar direkomendasikan menggunakan metode EOQ (Economic order quantity), serta untuk item dengan perputaran dan nilai Investasi rendah direkomendasikan pengolahan menggunakan metode POQ (Periodic order quantity) guna meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan Coating dan Lem pada Industri furniture.
Copyrights © 2026