Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tajamnya kesenjangan antara keberadaan sistem tata tertib tertulis secara ideal dengan realitas ketidakberdayaan institusi dalam menegakkan disiplin melalui konsisten pemberian sanksi disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari 8 informan meliputi 6 siswa (kategori sering melanggar dan patuh), Guru BK, dan guru piket. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi, yang menyatakan bahwa kepatuhan individu terhadap aturan ditentukan oleh keberadaan ikatan sosial (social bond). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya elemen attachment, belief, commitment, dan involvement menyebabkan siswa melakukan normalisasi terhadap pelanggaran karena menganggap aturan dapat dinegosiasikan dengan risiko minim. Ketidakberdayaan institusi ini dipicu oleh faktor internal (lemahnya konsistensi internal sekolah) dan faktor eksternal (dilema ekonomi institusi swasta dan intervensi pihak luar). Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada sudut pandang ketidakberdayaan institusi secara spesifik di lingkup sekolah swasta yang memiliki dinamika kontrol sosial berbeda akibat ketergantungan finansial pada iuran siswa. Disimpulkan bahwa kegagalan disiplin di sekolah ini merupakan masalah sistematik dalam pengelolaan instrumen kekuasaan institusi.
Copyrights © 2026