Penelitian ini menganalisis profitability paradox pasca diversifikasi usaha pada PT Singaraja Putra Tbk (SINI), yaitu kondisi ketika pertumbuhan pendapatan tidak diikuti oleh perbaikan profitabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal runtut waktu berdasarkan laporan keuangan konsolidasian SINI periode 2021-2025. Analisis dilakukan melalui analisis horizontal, analisis vertikal, analisis rasio, profit bridge, dan analisis bauran segmen untuk mengidentifikasi sumber tekanan laba setelah diversifikasi ke pertambangan batu bara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan meningkat dari Rp380,34 miliar pada 2021 menjadi Rp534,02 miliar pada 2025, tetapi laba bruto justru menurun secara majemuk sebesar 0,97% per tahun. Profitability paradox terjadi pada 2024 dan 2025 ketika pendapatan meningkat masing-masing 46,31% dan 22,72%, sementara rugi bersih semakin besar. Beban keuangan menjadi sumber tekanan utama, dengan kontribusi sebesar 75,7% terhadap penurunan margin laba bersih periode 2022-2025, diikuti pelemahan margin bruto sebesar 39,4%. Temuan menunjukkan bahwa diversifikasi meningkatkan pendapatan, tetapi belum menghasilkan perbaikan profitabilitas karena tekanan margin dan terutama beban pendanaan.
Copyrights © 2026