Abstrak – Selada (Lactuca sativa) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu budidaya selada memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Akan tetapi kondisi lahan pertandian di Indonesia yang terbatas mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjada hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Sistem akuaponik merupakan sistem yang cukup menjanjikan. Selain mendapatkan hadil dari tanaman selada juga dapat memanfaatkan secara langsung limbah ikan yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar ikan lele yang berbeda dalam sistem akuaponik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Hasil penelitian diharapkan bisa berkontribusi dalam pengembangan teknik budidaya tanaman selada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan yaitu P1 (Padat tebar 100 ekor lele/36 tanaman selada), P2 (Padat tebar 150 ekor lele/36 tanaman selada), dan P3 (Padat tebar 200 ekor lele/36 tanaman selada. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata pada masing-masing perlakuan. Pertambahan jumlah, panjang, lebar dan bobot tertinggi selada ditunjukan pada perlakuan P3 (Padat tebar 200 ekor lele/36 tanaman selada) disusul perlakuan P2 (Padat tebar 150 ekor lele/36 tanaman selada) dan terendah pada perlakuan P1 (Padat tebar 100 ekor lele/36 tanaman selada) lele pada sistem aquaponik terhadap pertumbuhan tanaman Lactuca sativa.
Copyrights © 2026