Perkerasan jalan Laston Lapis Pengikat (AC-BC) memerlukan kadar aspal optimum (KAO) agar diperoleh keseimbangan antara stabilitas, kelelehan, dan rongga udara dalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KAO pada campuran AC-BC yang menggunakan agregat alami (uncrushed aggregate) dari Sungai Sa'dan, Quarry Area Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, melalui metode Marshall. Pengujian dilakukan di laboratorium terhadap karakteristik agregat kasar, agregat halus, dan aspal penetrasi 60/70, dilanjutkan dengan pembuatan benda uji pada lima variasi kadar aspal (4,5%; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5%) serta pengujian Marshall standar mengacu pada SNI 06-2489-1991 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengaruh penambahan agregat uncrushed sebesar 10% terhadap kinerja campuran turut dianalisis melalui pengujian Marshall Immersion pada masa perendaman 30 menit dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter Marshall, yaitu VIM, VMA, VFB, stabilitas, dan flow, memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, dengan kadar aspal optimum diperoleh sebesar 5,50%. Pengujian Marshall Immersion menunjukkan adanya penurunan nilai VIM dan stabilitas seiring bertambahnya durasi perendaman, namun seluruh nilai masih berada dalam batas yang diizinkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa agregat uncrushed dari Sungai Sa'dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif perkerasan jalan yang ekonomis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026