Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Awal Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua; Abdias Tandi Arrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v7i01.1571

Abstract

Community-based tourism (CBT) is a tourism development approach that places local communities as the main actors in managing and utilizing tourism resources. This approach is considered important as it promotes tourism sustainability while improving community welfare. Lembang Saluallo, located in Sangalla Utara District, Tana Toraja Regency, has considerable natural and cultural tourism potential; however, it has not been optimally managed through a community-based tourism approach. Therefore, this community service activity aims to encourage early innovation in community-based tourism development through community assistance and capacity building. The community service program was conducted by involving local government officials and community members as primary partners. A participatory approach was applied through field observation, socialization, discussions, training, and community mentoring. The stages of the program included identifying tourism potential, increasing community understanding of CBT and sustainability principles, and formulating an initial concept for community-based tourism management. The results indicate an improvement in community understanding and participation in tourism management. The community has begun to identify local natural and cultural tourism potentials and has shown initiative in developing supporting tourism facilities through self-help activities. These findings demonstrate that participatory assistance is effective in enhancing community readiness as the main actor in tourism development. This community service activity is significant as an initial step toward establishing sustainable community-based tourism management in Lembang Saluallo. Keywords : community-based tourism, community empowerment, sustainable tourism, tourism
Karakteristik Campuran HRS-Base Menggunakan Agregat Batu Sungai Nanggala Kecamatan Nanggala Kabupaten Toraja Utara Anastasia Granceselsi Pasang; Abdias Tandi Arrang; Ermitha Ambun Rombe Dendo
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.662

Abstract

Lapisan pondasi atas (base course) pada struktur perkerasan lentur berperan penting dalam menyalurkan beban lalu lintas ke lapisan di bawahnya, salah satunya melalui campuran beraspal panas HRS-Base (Hot Rolled Sheet–Base). Agregat pada campuran HRS-Base umumnya berasal dari batu pecah hasil tambang, namun keterbatasan ketersediaan dan tingginya biaya transportasi mendorong pemanfaatan material lokal sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat, aspal, dan filler, serta kinerja campuran HRS-Base yang menggunakan agregat batu Sungai Nanggala, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penelitian bersifat eksperimental dengan metode Marshall, meliputi pengujian karakteristik agregat (analisa saringan, keausan Los Angeles, berat jenis dan penyerapan, serta partikel pipih dan lonjong), pengujian sifat fisik aspal penetrasi 60/70, penentuan kadar aspal rencana, pengujian Marshall konvensional pada variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%, serta pengujian Marshall immersion untuk memperoleh nilai stabilitas Marshall sisa. Hasil pengujian menunjukkan seluruh karakteristik agregat, aspal, dan filler memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Parameter Marshall berupa stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient memenuhi persyaratan pada rentang kadar aspal yang diuji, dengan kadar aspal optimum (KAO) diperoleh sebesar 6,75%. Pada kadar tersebut, nilai stabilitas Marshall sisa (SMS) hasil pengujian Marshall immersion sebesar 90,50%, yang menunjukkan bahwa campuran HRS-Base dengan agregat batu Sungai Nanggala memiliki durabilitas yang memenuhi standar minimum 90%.
Analisis Kadar Aspal Optimum Laston Lapis Pengikat (AC-BC) yang Mengandung Agregat Uncrushed dengan Metode Marshall (Studi Kasus: Material Sungai Sa'dan, Quarry Area Bittuang) Angkil Sari; Ermitha Ambun Rombe Dendo; Abdias Tandi Arrang
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.663

Abstract

Perkerasan jalan Laston Lapis Pengikat (AC-BC) memerlukan kadar aspal optimum (KAO) agar diperoleh keseimbangan antara stabilitas, kelelehan, dan rongga udara dalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KAO pada campuran AC-BC yang menggunakan agregat alami (uncrushed aggregate) dari Sungai Sa'dan, Quarry Area Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, melalui metode Marshall. Pengujian dilakukan di laboratorium terhadap karakteristik agregat kasar, agregat halus, dan aspal penetrasi 60/70, dilanjutkan dengan pembuatan benda uji pada lima variasi kadar aspal (4,5%; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5%) serta pengujian Marshall standar mengacu pada SNI 06-2489-1991 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengaruh penambahan agregat uncrushed sebesar 10% terhadap kinerja campuran turut dianalisis melalui pengujian Marshall Immersion pada masa perendaman 30 menit dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter Marshall, yaitu VIM, VMA, VFB, stabilitas, dan flow, memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, dengan kadar aspal optimum diperoleh sebesar 5,50%. Pengujian Marshall Immersion menunjukkan adanya penurunan nilai VIM dan stabilitas seiring bertambahnya durasi perendaman, namun seluruh nilai masih berada dalam batas yang diizinkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa agregat uncrushed dari Sungai Sa'dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif perkerasan jalan yang ekonomis dan berkelanjutan.