Masa balita merupakan periode emas (golden age) pertumbuhan anak yang sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi, khususnya melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat pada usia 6-24 bulan. Ketidaktepatan pola pemberian MPASI berisiko menimbulkan masalah gizi seperti gizi kurang, gizi buruk, maupun gizi lebih pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dengan Status Gizi Balita (6-24 Bulan) Di Pukesmas Sibela Surakarta. Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 657 balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sibela Surakarta, dengan sampel 87 responden yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ) untuk pola pemberian MPASI dan pengukuran antropometri untuk status gizi, dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola pemberian MPASI tepat (77%) dan status gizi baik (79,3%). Uji statistik menunjukkan p = 0,001 (α ≤ 0,05) mengindikasikan hubungan kuat dan signifikan antara pola pemberian MPASI dengan status gizi balita. Pola pemberian MPASI yang tepat berkontribusi terhadap status gizi balita yang baik di Puskesmas Sibela Surakarta.
Copyrights © 2026