Degradasi higrotermal pada selubung dinding bangunan di iklim mikro tropis menunjukkan variasi signifikan di sepanjang gradien topografi yang curam, namun pemantauan langsung secara kontinu yang berfokus pada kondisi permukaan batas material masih terbatas. Penelitian ini mengkaji variasi kinetika kondensasi permukaan dan pertumbuhan jamur biogenik pada dua tipologi perumahan yang berbeda: dataran rendah pesisir dan lereng dataran tinggi di Cirebon, Indonesia. Penelitian ini mengintegrasikan indeks higrotermal dinamis berbasis komputasi lokal pada node IoT, memproses parameter ambien dan suhu permukaan non-kontak untuk menghitung margin titik embun dan kelembapan relatif permukaan secara real-time. Pemantauan telemetri kontinu selama 30 hari mengungkap perbedaan deskriptif yang jelas antara kedua lokasi penelitian. Berdasarkan periode pengamatan, analisis deret waktu mengungkapkan pola degradasi yang kontras pada perumahan. Perumahan XYZ mengalami kondisi kritis selama 7,8 ± 1,6 jam per hari dan kelembapan relatif permukaan 88,7 ± 5,2%, dengan akumulasi indeks jamur 2,45 ± 0,31. Perumahan ABC mencatat akumulasi akhir 0,12 ± 0,05. Penerapan komputasi lokal mereduksi volume transmisi data sebesar 83,3% dengan waktu latensi kurang dari 2,4 detik. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai mekanisme fisika bangunan lokal dan menawarkan kerangka kerja IoT untuk pemeliharaan prediktif serta pemilihan material arsitektur adaptif iklim di permukiman tropis dengan kondisi geografis yang beragam.
Copyrights © 2026