Perubahan pola kerja aparatur sipil negara menuntut organisasi publik memperkuat budaya kerja, desain fleksibilitas, dan keterikatan pegawai agar perilaku ekstra-peran tetap terjaga. Penelitian ini menganalisis pengaruh Budaya Kerja BerAKHLAK dan Fleksibilitas Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) melalui Komitmen Organisasi pada pegawai Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan rancangan sampel 116 responden dari populasi 164 pegawai melalui proportionate stratified random sampling. Analisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil model menunjukkan Budaya Kerja BerAKHLAK dan Fleksibilitas Kerja berpengaruh positif terhadap Komitmen Organisasi dan OCB, sedangkan Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap OCB. Komitmen Organisasi memediasi secara parsial komplementer pengaruh Budaya Kerja BerAKHLAK terhadap OCB (β=0,176; p<0,001) dan Fleksibilitas Kerja terhadap OCB (β=0,195; p<0,001). Model menjelaskan 50,8% variasi Komitmen Organisasi dan 57,3% variasi OCB. Implikasi penelitian menekankan penguatan kolaborasi BerAKHLAK, kejelasan target dalam kerja fleksibel, komitmen normatif, serta komunikasi antarrekan.
Copyrights © 2026