Yulasmi Yulasmi
Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Budaya Kerja Berakhlak Dan Fleksibilitas Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Melalui Komitmen Organisasi Yozan Lenggia; Elfiswandi Elfiswandi; Yulasmi Yulasmi
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v6i3.822

Abstract

Perubahan pola kerja aparatur sipil negara menuntut organisasi publik memperkuat budaya kerja, desain fleksibilitas, dan keterikatan pegawai agar perilaku ekstra-peran tetap terjaga. Penelitian ini menganalisis pengaruh Budaya Kerja BerAKHLAK dan Fleksibilitas Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) melalui Komitmen Organisasi pada pegawai Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan rancangan sampel 116 responden dari populasi 164 pegawai melalui proportionate stratified random sampling. Analisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil model menunjukkan Budaya Kerja BerAKHLAK dan Fleksibilitas Kerja berpengaruh positif terhadap Komitmen Organisasi dan OCB, sedangkan Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap OCB. Komitmen Organisasi memediasi secara parsial komplementer pengaruh Budaya Kerja BerAKHLAK terhadap OCB (β=0,176; p<0,001) dan Fleksibilitas Kerja terhadap OCB (β=0,195; p<0,001). Model menjelaskan 50,8% variasi Komitmen Organisasi dan 57,3% variasi OCB. Implikasi penelitian menekankan penguatan kolaborasi BerAKHLAK, kejelasan target dalam kerja fleksibel, komitmen normatif, serta komunikasi antarrekan.
Pengaruh Kompetensi Sdm Dan Digitalisasi Sistem Keuangan Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Motivasi Kerja Di BKD Kota Solok Dian Nurul Izza; Elfiswandi Elfiswandi; Yulasmi Yulasmi
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v6i3.823

Abstract

Transformasi digital pengelolaan keuangan daerah menuntut organisasi publik mengintegrasikan kompetensi pegawai, kualitas sistem, dan dorongan kerja agar teknologi menghasilkan kinerja individual yang nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi SDM dan digitalisasi sistem keuangan terhadap kinerja pegawai Badan Keuangan Daerah Kota Solok dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan melalui survei potong lintang. Analisis artikel menggunakan 85 observasi pada penelitian dan Partial Least Squares Structural Equation Modeling dengan SmartPLS 4. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan outer loading 0,881–0,930, composite reliability 0,922–0,943, serta AVE 0,797–0,847. Hasil menunjukkan kompetensi SDM dan digitalisasi sistem keuangan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai, sementara motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Motivasi juga memediasi secara parsial komplementer pengaruh kompetensi SDM dan digitalisasi sistem keuangan terhadap kinerja. Model menjelaskan 46,5% variasi motivasi dan 51,3% variasi kinerja. Secara praktis, prioritas perbaikan diarahkan pada kompetensi teknis, kualitas layanan dan manfaat sistem, ketekunan kerja, serta kemampuan adaptif pegawai. Temuan menegaskan bahwa perbaikan kinerja memerlukan pengelolaan terpadu atas kemampuan, kesempatan digital, dan motivasi, bukan sekadar penambahan aplikasi.
Pelatihan, Kompetensi, Dukungan Organisasi, Dan Perilaku Adaptif Melalui Persepsi Sistem Merit Pada Implementasi Simanja Tri Hemalia Ayu; Lusiana Lusiana; Yulasmi Yulasmi
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v6i3.824

Abstract

Transformasi digital manajemen kinerja menuntut aparatur tidak hanya mampu menggunakan aplikasi, tetapi juga menyesuaikan perilaku kerja terhadap prosedur, bukti kinerja, verifikasi, dan konsekuensi evaluasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan, kompetensi pegawai, dan dukungan organisasi terhadap perilaku adaptif melalui persepsi penerapan sistem merit pada implementasi SIMANJA di Kabupaten Solok Selatan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan 353 observasi dan dianalisis dengan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Model pengukuran memenuhi kriteria dengan outer loading 0,905–0,929, AVE 0,834–0,846, composite reliability 0,938–0,943, dan HTMT maksimum 0,529. Pelatihan dan kompetensi berpengaruh positif terhadap sistem merit maupun perilaku adaptif, sedangkan dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap sistem merit tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku adaptif. Persepsi sistem merit menjadi prediktor langsung terkuat perilaku adaptif (β=0,325; p<0,001). Sistem merit memediasi pengaruh pelatihan dan kompetensi secara complementary mediation serta dukungan organisasi secara indirect-only mediation. Model menjelaskan 24,2% variasi sistem merit dan 30,1% perilaku adaptif. Temuan menegaskan bahwa kredibilitas merit dapat menjadi mekanisme institusional yang menghubungkan sumber daya pengembangan pegawai dengan adaptasi kerja digital.
Work From Home, Kompetensi Digital, Dan Perilaku Adaptif Pegawai: Mediasi Work-Life Balance Pada Sekretariat Daerah Sijunjung Masgar Dewantara; Lusiana Lusiana; Yulasmi Yulasmi
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v6i3.828

Abstract

Fleksibilitas kerja dan digitalisasi birokrasi menuntut aparatur mampu menjaga keseimbangan kehidupan kerja sekaligus menyesuaikan perilaku ketika tugas, teknologi, dan prosedur berubah. Penelitian ini menganalisis pengaruh work from home dan kompetensi digital terhadap perilaku adaptif pegawai dengan work-life balance sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, survei cross-sectional, 108 observasi, dan PLS-SEM melalui SmartPLS 4. Analisis juga menilai validitas diskriminan, kolinearitas, R-square, effect size, serta pengaruh tidak langsung melalui bootstrapping untuk memastikan kualitas model pengukuran dan struktural. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas; outer loading berada pada rentang 0,863–0,925, AVE 0,787–0,801, dan composite reliability 0,949–0,960. Work from home berpengaruh positif terhadap work-life balance (β=0,428) dan perilaku adaptif (β=0,369). Kompetensi digital juga berpengaruh positif terhadap work-life balance (β=0,404) dan perilaku adaptif (β=0,308), sedangkan work-life balance berpengaruh positif terhadap perilaku adaptif (β=0,387); seluruhnya p<0,001. Work-life balance memediasi pengaruh work from home (β=0,166) dan kompetensi digital (β=0,156) secara komplementer. Model menjelaskan 40,3% variasi work-life balance dan 67,3% variasi perilaku adaptif. Temuan menegaskan bahwa fleksibilitas kerja dan kompetensi digital lebih efektif mendorong adaptasi ketika organisasi juga menjaga batas kerja, koordinasi, dan keseimbangan peran pegawai.