Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam tugas akademik mahasiswa Universitas dr. Soebandi serta mendeskripsikan persepsi dan kebiasaan menulis mahasiswa sebagai data pendukung. Kajian ini mengisi kesenjangan penelitian terdahulu yang kerap menempatkan naskah akademik semata-mata sebagai produk akhir terisolasi tanpa mengonfrontasikannya dengan faktor pemahaman kebahasaan pembelajar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung survei deskriptif, penelitian menganalisis 16 tugas paragraf akademik yang dipilih secara purposif dari 40 tugas mahasiswa, serta data kuesioner dari 74 responden. Analisis linguistik mencakup tataran ejaan, sintaksis, morfologis, dan semantik. Hasil penelitian menemukan 208 kesalahan berbahasa, yang didominasi oleh kesalahan ejaan sebanyak 129 temuan (62,02%), disusul kesalahan sintaksis 52 temuan (25,00%), semantik 24 temuan (11,54%), dan morfologis 3 temuan (1,44%). Kesalahan ejaan terbanyak meliputi penulisan kata depan, spasi, kata baku, kata ulang, dan salah ketik. Sementara itu, data kuesioner mengungkap adanya diskoneksi antara persepsi pemahaman kaidah mahasiswa yang tergolong cukup baik (85,14%) dan tingginya frekuensi kesalahan teknis dalam draf tulisan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan paradoks antara kompetensi teoretis yang dirasakan mahasiswa dan performa tulisan empiris, yang menegaskan urgensi pembiasaan penyuntingan kolaboratif terstruktur dan pemanfaatan aplikasi kebahasaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026