Isu morbiditas dan mortalitas balita hingga kini masih lekat dengan tingginya prevalensi diare, yang digerakkan secara masif oleh faktor sosio-lingkungan. Data tahun 2024 mencatat bahwa area pelayanan Puskesmas Putri Ayu di Kota Jambi menduduki posisi puncak dalam kasus diare balita dengan total 279 kejadian. Bertolak dari urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara penggunaan fasilitas air minum serta latar belakang edukasi orang tua terhadap manifestasi diare pada balita di lingkup kerja Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi. Pendekatan kuantitatif dengan kerangka analitik korelasional serta metode potong lintang (cross-sectional) diaplikasikan dalam studi ini. Melalui prosedur penarikan sampel acak sederhana (simple random sampling), terkumpul total 38 responden. Mayoritas partisipan menggunakan sarana air minum yang belum memenuhi baku mutu kesehatan (60,5%), berada pada kategori pendidikan formal rendah (65,8%), serta mendapati 65,8% balita mereka terserang diare. Analisis bivariat lebih lanjut mengonfirmasi adanya keterkaitan yang signifikan secara statistik antara variabel sumber air minum dan kejadian diare pada balita (). Asosiasi bermakna yang serupa turut teridentifikasi pada variabel tingkat pendidikan orang tua terhadap prevalensi diare balita ().
Copyrights © 2026