Ibu yang memiliki anak usia dini menghadapi tuntutan pengasuhan yang intens karena karakteristik perkembangan anak usia 2–7 tahun, seperti aktivitas tinggi, egosentrisme, eksplorasi, serta keterbatasan dalam mengendalikan emosi dan impuls. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan dalam menjalankan peran pengasuhan, terutama ketika ibu mengalami kesulitan mengelola respons emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 100 ibu yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang, yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala stres pengasuhan dan skala regulasi emosi yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Instrumen akhir memiliki koefisien reliabilitas sebesar α = 0,825 untuk stres pengasuhan dan α = 0,918 untuk regulasi emosi. Karena data tidak berdistribusi normal, hubungan kedua variabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dan kuat antara regulasi emosi dan stres pengasuhan (rs = -0,634; p < 0,001). Analisis tambahan menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan status pekerjaan maupun pendidikan terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan ibu dalam mengelola emosi berkaitan dengan lebih rendahnya tekanan pengasuhan dan dapat menjadi dasar pengembangan program psikoedukasi bagi ibu yang memiliki anak usia dini.
Copyrights © 2026