Sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu isu yang menarik dalam rangka menciptakan nilai tambah ekonomi dengan mengandalkan pada ide, kreatifitas, dan inovasi sebagai aset utama pengembangan. Dalam pemberdayaan sosial, ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tetapi juga menekankan pada peningkatan kapasitas manusia melalui pengembangan keterampilan serta kemandirian ekonomi. Analisis terhadap kondisi Panti Putri Aisyiyah Malang memerlukan pengembangan keterampilan bagi anak asuh yang dapat membatu membuka peluang usaha bagi panti asuhan sekaligus sebagai bekal wirausaha anak asuh. Lingkungan panti asuhan dan sumberdaya yang ada memberikan potensi untuk mengembangkan usaha merajut. Keterampilan merajut menawarkan peluang besar untuk menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi. Potensi yang ada belum sepenuhnya dimanfaatkan karena kurangnya pendampingan dan pelatihan terkait sektor-sektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan oleh anak asuh panti asuhan. Pelatihan Life skill ini tidak hanya menghasilkan produk fisik berupa bros bunga rajut, tetapi juga menanamkan nilai-nilai inovasi, kerja sama, dan tanggung jawab yang menjadi fondasi ekonomi kreatif. Dengan pengembangan lanjutan, panti asuhan berpotensi mengembangkan unit usaha kecil berbasis kerajinan tangan, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan serta sarana pembelajaran kewirausahaan bagi anak asuh di masa depan. Hasil evaluasi dari kuisioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini, baik dari sisi keterampilan baru yang diperoleh maupun wawasan tentang potensi pengembangan ekonomi kreatif. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhasil mentransfer keterampilan teknis merajut, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan tentang entrepreneurship sederhana yang dapat memotivasi peserta untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha di masa depan.
Copyrights © 2026