Pneumonia dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas yang berdampak pada penurunan saturasi oksigen (SpO₂) dan hipoksemia. Posisi prone terbantu merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat meningkatkan oksigenasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas posisi prone terbantu terhadap peningkatan SpO₂ pada pasien ranap pneumonia di Rumah Sakit Rizani Paiton Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest dan tiga kali pengukuran, yaitu pretest, posttest 1, dan posttest 2. Sampel terdiri dari 33 pasien yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pulse oximeter. Analisis bivariat menggunakan Uji Cochran’s Q yang dilanjutkan dengan Uji McNemar pada tingkat signifikansi 0,05. Pada pretest, seluruh responden (100%) memiliki SpO₂ rendah. Pada posttest 1, sebanyak 32 responden (97,0%) memiliki SpO₂ normal dan 1 responden (3,0%) masih rendah. Pada posttest 2, seluruh responden (100%) memiliki SpO₂ normal. Uji Cochran’s Q menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga pengukuran. Uji McNemar menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan kedua posttest, tetapi tidak antara posttest 1 dan posttest 2. Posisi prone terbantu efektif meningkatkan dan mempertahankan SpO₂ pada pasien ranap pneumoni
Copyrights © 2026