Penyebab utama kematian ibu antara lain perdarahan, hipertensi dalam kehamilan seperti preeklamsia dan eklamsia, serta sepsis atau infeksi. Keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dapat berkontribusi terhadap keterlambatan memperoleh pertolongan yang tepat. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tidak hanya berfungsi sebagai catatan pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sumber informasi berbasis rumah yang dapat mendukung edukasi mandiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor penghambat (barriers) pemanfaatan Buku KIA sebagai media edukasi mandiri mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu hamil yang memiliki Buku KIA dan berkunjung di TPMB Hj. Agustini Takalar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara induktif menggunakan metode Colaizzi. Berdasarkan temuan penelitian yang tersedia untuk naskah ini, motivasi dan kesadaran menjadi faktor penghambat yang dominan. Faktor penghambat lainnya meliputi pengetahuan, persepsi, sikap, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, waktu, kebutuhan, dan kepercayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan Buku KIA belum otomatis menghasilkan pemanfaatan secara aktif dan mandiri. Penguatan penjelasan terhadap bagian-bagian penting dalam Buku KIA, pelibatan keluarga, dan pemberian panduan praktis mengenai cara menggunakan buku dapat membantu meningkatkan pemanfaatannya untuk mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini.
Copyrights © 2026